Menyiapkan hidangan
buka puasa di bulan Ramadhan, merupakan hal mengasyikkan yang lain. Saya memilih
sebuah kol sebagai bahan utama hidangan. Mengiris-ngirisnya, membuat ingatan
juga teriris. Tetiba teringat hampir setiap bulan Ramadhan, stok sayur jenis
ini melimpah di rumah. Tentunya itu adalah kiriman seorang tante (tetapi kami
memangilnya Ibu) dari kampung. Dia memang adalah seorang pedagang sayur-matur
yang tergolong berhasil. Saya malah sering kewalahan menghabiskan kiriman
sayur-mayur beliau, dan ujungnya mengasap di dapur tetangga. Begitulah,
beliau sengaja melebihkan. Katanya agar saya membagi-bagikannya juga ke kerabat
lain, dan tetangga.
